Penentuan 1 Syawal 1432 H / 2011 M

29/08/11

Alhamdulillaah, tanpa terasa kita sudah hampir di penghujung bulan Ramadhan, berarti sebentar lagi  akan beralih memasuki  bulan Syawal 1432 H, hiruk pikuk mempersiapkan lebaran sudah mulai terasa. Sebagian mereka telah disibukkan dengan mempersiapkan untuk hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H/2011 M. Berita dan kabar kapan akan ditetapkan 1 Syawal 1432 H mulai muncul dibanyak pemberitaan di Media, tentu yang menarik perhatian  karena adanya kabar tentang perbedaan  dalam pententuan 1 Syawal 1432 H
.


Seperti yang diberitakan di Kompas.com, Sebanyak 35 orang yang merupakan gabungan dari  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Observatorium Bosscha, Rukyatul Hilal Indonesia, Lapan, serta sejumlah Perguruan Tinggi akan diterjunkan dalam penentuan hari lebaran 2011 atau 1 syawal 1432 Hijirah dengan mengamati hilal pada 16 titik yang telah ditentukan.

Pengamatan hilal akan dilakukan pada 29 dan 30 Agustus 2011 mulai pukul 16.00 WIB menurut penjelasan  peneliti observatorium Bosscha Bandung, Deva Octavian saat dihubungi wartawan, Minggu (28/8/2011). Dan juga "Secara prinsip kerja dalam penentuan hari awal puasa dengan Lebaran atau 1 syawal tidak ada bedanya karena sama-sama mengamati hilal," ujarnya.

Jumlah tersebut lebih banyak dari dari pada pengamatan hilal untuk menentukan awal Ramadhan. Dijelaskan Kemenkominfo memang sengaja memperbanyak jumlah titik pengamatan hilal, hal itu karena lebih mempermudah pengamatan dan menjamin ketepatannya. Karena bisa jadi, pengamatan yang dilakukan di suatu daerah terhalang, tapi di daerah lainnya bisa dilakukan.
Sedangkan  instrumen alat yang digunakannya lebih sederhana yakni menggunakan teleskop yang terintegrasi dengan webcam. Meski sederhana, akan tetapi kualitas yang didapatkannya tidak menurun sama sekali.

Adapun titik titik pengamatan tersebut mulai dari kawasan Biak Papua, Kupang, Makasar, Mataram NTB, Bangkalan, Potianak, Yogyakarta, Lampung, UPI Bandung, Pameunpeuk Sumedang, Pekanbaru Riau, Lhokngah Aceh, Denpasar, Medan, dan Pelabuhaan Ratu Sukabumi.

Dijelaskannya, hilal merupakan penampakan bulan sabit muda yang terlihat dari permukaan Bumi setelah konjungsi atau ijtimak. Banyak kegiatan penting keislaman mengambil dasar posisi Bulan di langit, seperti tahun baru Hijriah, awal puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Perbedaan - perbedaan  Penetapan 1 Syawal :

=> Penjelasan Muhammdiyah (dalam republika.co.id)

Perbedaan tersebut diharapkan justru menjadi momentum untuk terus mengembangkan toleransi antara umat Islam sendiri. "Perbedaan ini telah didasarkan pada keyakinan agama serta memperoleh jaminan konstitusi. Karenanya perbedaan ini tidak akan merusak ukhuwah di antara umat Islam," terang Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, di Yogyakarta, Ahad (28/8).

Menurutnya, PP Muhammadiyah telah memutuskan 1 Syawal 1432 H berada pada tanggal 30 Agustus 2011. Hal itu didasarkan atas hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Berdasarkan hasil hisab tersebut ijmak menjelang Syawwal 1432 H terjadi pada hari Senin 29 Agustus 2011 M pukul 10:05:16 WIB. Tinggi hilal pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ dan l = 110° 21¢ BT) adalah ¬+01° 49¢ 57² (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam hilal sudah berada di atas ufuk. "Atas dasar tersebut maka diputuskan 1 Syawal berada pada Selasa tanggal 30 Agustus 2011 mendatang," tandas Haedar.

Meski ada perbedaan Idul Fitri, kata dia, Muhammdiyah meminta kepada pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dengan seluruh lembaga dan aparaturnya untuk tetap bersikap adil dan memberikan keleluasaan pada umat Islam yang berbeda menjalankan  Idul Fitri. "Kita juga mengimbau pemerintah tidak melakukan praktek pelarangan atau  mempersulit masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri," tambahnya.

Karena, lanjut Haedar, menjalankan shalat Idul Fitri tersebut merupakan perwujudan dari keyakinan beragama dan beribadah yang semestinya dihormati karena dijamin oleh konstitusi Negara Republik Indonesia. "Karenanya alangkah bijak apabila pemerintah mengayomi dan memfasilitasi siapa pun dari warga negara yang menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya, serta tidak mencampuri dan mempersulit pelaksanaannya," tegasnya.

=> Penjelasan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (dalam kompas.com)
"NU berpatokan ke hadis Juklak, 'berpuasalah karena kamu melihat bulan'. Jadi, dilihat ada atau tidak bulannya, kelihatan atau tidak bulannya," ujar Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj, ditemui di sela-sela acara Mudik Bareng Pengurus PBNU di Kantor PWNU Jakarta, Sabtu (27/8/2011).

Dengan perkiraan tersebut, kata Said Agil, kemungkinan besar NU akan berbeda saat merayakan Idul Fitri dengan Muhammadiyah.

"Kemungkinan besar kita akan berbeda dengan Muhammadiyah," jelasnya.

Lebih jauh Said Agil menambahkan, saat ini posisi hilal (bulan mati) berada pada posisi kurang dari dua derajat. Atas posisi hilal itu, nihil kemungkinannya dapat terlihat untuk kemudian diambil keputusan menentukan jatuhnya 1 Syawal 1423 Hijriah.

"Perhitungan hisab kurang dari dua derajat. Siapa pun, dengan posisi itu, tidak ada yang bisa melihat," jelas Said Agil. Meski begitu, Said Agil mengatakan, kemungkinan merayakan Lebaran secara bersamaan dengan Muhammadiyah pada Selasa (30/8/2011) mendatang tetap terbuka.

"Siapa tahu nanti kelihatan, jadi bisa Lebaran bersama-sama," ujarnya.

(dari berbagai sumber )



Komentar untuk cheat baru, film baru, game baru dan artikel update

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar dengan kata-kata yang sopan

 
ANBU BLog © 2012 | Designed by Bubble Shooter, in collaboration with Reseller Hosting , Forum Jual Beli and Business Solutions